RSS

.:Chrisye : Suatu perjalanan spiritual

15 Jun

Chrisye : Suatu perjalanan spiritual

 

“Sebetulnya ada hal yang sudah mengusik saya, jauh sebelum bertemu Yanti. Yakni, krisis keimanan saya. Di tengah kesibukan saya bermusik, sebetulnya saya merasakan kesepian yang misterius. Saya seperti merindukan sesuatu yang tidak bisa saya gambarkan bentuknya. Diam-diam saya menekuni agama Islam, hingga suatu saat saya menjadi sangat yakin. Saya ingin memeluk Islam.”

Usianya masih belia, masih SD. Setiap bersiap-siap berangkat sekolah, suara penyanyi seperti Frank Sinatra, Bing Crosby, Nat King Cole, atau Dean Martin yang diputar dari piringan hitam bergema di telinganya. Lantunan lagu-lagu penyanyi itu bak magnet yang menggetarkan hatinya. Diam-diam, pandangan anak kecil itu melayang, jauh. Dia membayangkan sang penyanyi pujaannya berada di atas panggung, disaksikan ribuan penonton. Larut dalam khayalan kerap membuatnya terlambat mandi. Tidak jarang dia mesti terbirit-birit berangkat ke sekolah. Peristiwa serupa terjadi hampir setiap hari.

Usia remaja, dentuman musik yang berirama kian menggetarkan hatinya. Sekali tempo, ia diajak oleh ayah dan ibunya ke sebuah restoran di kawasan Tanjung Priok. Rumah makan itu menyuguhkan musik Hawaii. Ia betah berjam-jam memperhatikan grup band itu memainkan alat musik. `’Ternyata musik bukan hanya indah didengar, tapi juga asyik dimainkan,” kata dia membatin.

Kisah lebih 30 tahun perjalanan karier musik pria kelahiran Jakarta, 16 September 1949, ini tertuang dalam buku Chrisye, Sebuah Memoar Musikal. Diluncurkan Sabtu, 17 Februari 2007, buku itu disusun oleh Alberthiene Endah berdasarkan penuturan Chrisye selama Chrisye menjalani masa penyembuhan dari sakit kankernya. Adalah Alex Kumara, teman SMA Chrisye, yang menggagas penerbitan buku ini. `’Harapannya, ketika mengingat masa-masa yang lalu, paling tidak meringankan bebannya,” kata Alex Kumara, CEO ANTV itu.

Chrisye menyabet berbagai penghargaan bergengsi dari dalam dan luar negeri, seperti BASF Awards, Golden Record, atau HDX Awards. Ia juga memenangi MTV Video Music Award Asia Viewer’s Choice Award 1998 yang berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat.

Sound album ini sangat 70-an dan mentah, mentah dalam artian yang bagus karena dengan sound ini kesan vintage dan atmosfir film tahun 1970-an terwakili.
Lirik Eros di album ini sangat amat puitis, coba simak:
//Merepih alam, di malam// Berselubung kabut kelam// Wajah pun meredup tercermin haus cahaya// Meremang gulana menatap reruntuhan dalam duka//
Puitis yang tinggi dan menurut beberapa orang jaman lalu itu ketinggian untuk jamannya, tapi itulah yang membikin liriknya sampai sekarang terasa tidak basi. Ketinggian kata2nya juga ditunjang oleh musik yang juga “tinggi”…

 

Badai Pasti Berlalu, Chrisye, 1977

 

awan hitam di hati yang sedang gelisah
daun-daun berguguran
satu satu jatuh ke pangkuan
kutenggelam sudah ke dalam dekapan
semusim yang lalu sebelum ku mencapai
langkahku yang jauh

kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti

gelisah kumenanti tetes embun pagi
tak kuasa ku memandang dikau matahari

kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti

badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
badai pasti berlalu

 
Leave a comment

Posted by on June 15, 2008 in The fondation

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: